jump to navigation

Strategi Pengembangan EMR Maret 19, 2009

Posted by bashaumein in Uncategorized.
Tags: , ,
4 comments

bas2Pengembangan electronic medical record (EMR) di Indonesia belum memberikan hasil yang memuaskan karena masih terdapat banyak daerah atau fasilitas kesehatan yang belum menerapkannya. Karena itu diperlukan upaya yang lebih serius untuk mengembangkan system tersebut. Berbagai strategi tentunya telah ditempuh, namun beberapa pemikiran atau ide sangat diperlukan untuk memberikan solusi dalam pengembangan system tersebut.
Regulasi
Berbagai regulasi memang telah ada dalam rangka mengatur pengembangan EMR, namun umumnya masih bersifat mengatur hal – hal teknis, prosedur dan sebagainya. Mungkin diperlukan suatu regulasi yang bersifat memaksa. Ini dimaksudkan agar memberikan tekanan, tanggungjawab dan upaya yang lebih serius dalam pengembangan EMR. Suatu regulasi memang harus ada unsure paksaanya sehingga memberikan keterikatan bagi elemen – elemen yang terkait.
Pendanaan
Keinginan pemerintah untuk menerapkan EMR harus disertai dengan system pendanaan yang jelas misalnya pengalokasian dana yang khusus untuk pengembangan system ( seperti : DAK). Hal ini dimaksudkan agar ada respon positif dari pemerintah daerah.
Bentuk sebuah tim independen
Perlu membentuk sebuah tim independen untuk membantu pemerintah dalam berbagai kegiatan seperti sosialisasi, advokasi, mengembangkan system (pengembang dan konsultan ). Tim tersebut dapat melaksanakan berbagai kegiatan agar menyakinkan semua stakeholder mengenai pentingnya pengembangan EMR.
Unsur Kepemimpinan
Pemimpin sangat menentukan dalam pengembangan sistem. Hal ini terkait dengan otoritas, kewenangan dan pendanaan. Oleh karena itu pemimpin harus memahami apa manfaat dari pengembangan EMR tersebut dalam organisasi.
Pemrakarsa
Diperlukan inisiatif dan kreatifitas dari pengguna ( dalam organisasi ) dalam rangka pengembangan system tersebut. Karena itu SDM di daerah perlu diperhatikan agar mampu menemukan inisiatif dan mengadopsi pengembangan system serta mengaplikasikannya.

EKSPRESI KEMISKINAN Februari 28, 2009

Posted by bashaumein in Uncategorized.
Tags: ,
2 comments

Ponari, sang fenomenal itu akhirnya menyerah dan ia kembali menikmati masa indahnya di sekolah bersama teman-teman. Kita patut berterima kasih atas pengertian baik dari Ponari dan semua yang terlibat dalam upaya-upaya mencegah dampak yang lebih luas dari tindakan pengobatan tersebut. Kak Seto pun turut memberikan dukungan dengan menemui langsung anak-anak itu disekolahnya. Semoga langkah-langkah ini dapat mengakhiri tindakan Ponari tersebut.
Lebih daripada itu marilah kita mengambil hikmah dari sensasi Ponari yang kemunculanya mengekspresikan suatu kondisi riil dari masyarakat yaitu kemiskinan. Bangsa ini memang belum mampu memujudkan cita-citanya yaitu mensejahterakan rakyatnya. Kemiskinan masih akrab di negeri yang kaya ini. Di kota, di desa apalagi di daerah terpencil dan pedalaman akan ditemui berbagai bentuk ketertinggalan masyarakat yang belum tersentuh dengan program pengentasan kemiskinan. Ironisnya adalah bahwa bangsa ini justru telah mengeluarkan begitu banyak program pengentasan kemiskinan. Namun masyarakat masih saja terbelenggu dengan kemiskinan. Sensasi Ponari memang menggelikan karena kejadian ini justru dekat dengan Kota Jombang yang notabene banyak tokoh ataupun pemimpin berasal dari sini.
Sebentar lagi kita akan memasuki pesta demokrasi. Suatu pesta untuk memilih para pemimpin. Muncul banyak calon pemimpin yang menawarkan program-program pengentasan kemiskinan, perang terhadap korupsi dan berbagai macam program lainnya. Kita bersyukur atas system demokrasi bangsa yang mungkin merupakan terbesar di seluruh dunia. Menyenangkan sekali melihat banyak tokoh bermunculan dengan menawarkan “keinginannya”. Namun sayang setelah pesta itu selesai akan muncul lagi Ponari dalam bentuk lain untuk mengekpresikan kemiskinan.

Code Sprint Februari 26, 2009

Posted by bashaumein in Uncategorized.
Tags: , ,
2 comments

Beberapa waktu lalu Pak Anis menjelaskan bahwa Mahasiswa Simkes 2008 akan belajar mengenai code sprint yaitu mempelajari beberapa jenis aplikasi seperti SIM Klinis, SIM puskesmas, Tematik MAP, SIM KIA, SIM Asuransi Kesehatan. Sepertinya kami tidak sabar lagi untuk mempelajari software-software tersebut. Informasi ini rupanya sampai juga ke telinga teman – teman mahasiswa dari minat lainnya. Kemarin sementara makan bersama Pak Andi Herman, seorang mahasiswa minat MAK datang dan menanyakan, benarkah mahasiswa Simkes 2008 ada membuat software tentang SIM Asuransi Kesehatan, bagaimana aplikasinya, apakah begitu seorang pasien mendaftar datanya langsung diketahui di Pusat. Pertanyaan dan obrolan mahasiswa tersebut membuat kami kalang kabut karena kami sendiri juga belum melihat barang tersebut. Terakhir dia mengatakan hebat yach.. simkes. Walaupun belum melihat aplikasi tersebut, tetap saja kami makan dengan bangganya. Siapa dulu Simkes 2008 !!!.

Antara Dokter, Simkes dan Ponari Februari 24, 2009

Posted by bashaumein in Uncategorized.
Tags: , , ,
16 comments

Munculnya pengobatan alternatif dukun cilik Ponari, menjadi hangat dalam pemberitaan media massa di Indonesia. Hampir setiap hari kita melihat bagaimana orang berbondong-bondong, rela mengantri berhari-hari, bahkan ada yang sampai menginap untuk mendapatkan air dari batu ajaib milik Ponari. Entahlah bagaimana caranya logika berpikir pasien-pasien Ponari memaknai pengobatan alternatif tersebut dan kesembuhan yang dirasakan. Namun animo masyarakat yang begitu antusias untuk mendapatkan pengobatan tersebut perlu kita renungkan, ada apa dengan masyarakat kita? Kemunculan Ponari hanyalah satu kejadian yang kebetulan diliput media massa. Masih banyak bentuk-bentuk pengobatan alternatif semacam itu yang luput dari pemberitaan media massa. Kemunculan Ponari mengingatkan saya pada suatu kejadian yang sama pada sekitar tahun 1993 di tempat saya. Adalah seorang ibu rumah tangga yang terkenal dengan nama Maria Oelami, melakukan pengobatan dengan batu ajaib dan air yang diberikan. Beberapa pasien yang sudah menginap berhari-hari di Rumah Sakit mengambil sikap pulang paksa hanya untuk menemui dukun tersebut. Cara pengobatan alternatif tersebut, secara medis memang tidak dapat dipertanggungjawabkan, namun perlu dicermati mengapa mereka dapat menerima hal itu secara logika.

Tentunya banyak faktor yang mempengaruhi sikap masyarakat tersebut, seperti pendidikan, faktor ekonomi, kepercayaan terhadap sesuatu yang dipahami masyarakat secara turun-temurun, sikap masyarakat yang serba instan (maunya sekali berobat langsung sembuh) dan lain sebagainya. Yang tidak kalah penting adalah faktor pelayanan kesehatan. Ini sedikit memberikan tamparan manakala Indonesia (melalui sector Kesehatan) sudah diambang Visi Indoesia Sehat 2010 yang menginginkan masyarakatnya hidup dalam lingkungan dan berperilaku hidup sehat, memiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata serta memiliki derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Sikap masyarakat yang enggan ke fasilitas kesehatan ( ia baru akan ke fasilitas kesehatan kalau sakitnya sudah parah), ditambah lagi dengan biaya pengobatan yang mahal kemudian birokrasi sistem pelayanan kesehatan yang rumit memicu masyarakat untuk mengambil langkah yang instan, tidak berbelit-belit dan murah meriah. Tentunya masih banyak hal lagi yang perlu didiskusikan terkait masalah tersebut, namun beberapa hal yang perlu menjadi perenungan dan disikapi secara cermat adalah bagaimana melakukan upaya peningkatan pelayanan kesehatan secara bermutu dan terjangkau.

Untuk itu beberapa hal strategis yang perlu dibenahi adalah bagaimana memberikan informasi yang relevan, akurat, dan mudah agar masyarakat memiliki akses yang baik terhadap pelayanan kesehatan. Memasuki era revolusi informasi ini, masyarakat memang memiliki sikap instan. Segala sesuatu harus diperoleh dengan mudah. Pengembangan system informasi merupakan hal yang mutlak diperlukan. Kalau informasi mengenai Ponari dalam sekejap, dapat menjangkau masyarakat yang begitu luas, mengapa dokter tidak bisa. Padahal Ponari tidak mempunyai software atau SIKNAS online. Bagaimana mahasiswa SIMKES ?.

Seminar Sosioteknis dalam Penerapan Komputerisasi Puskesmas dan Dinas Kesehatan Februari 17, 2009

Posted by bashaumein in Uncategorized.
2 comments

Seminar yang dilakukan pada hari Sabtu tanggal 14 Februari 2009 di Auditorium PSIK FK UGM, menampilkan beberapa pakar yang membuat seminar ini begitu menarik dan penuh dengan pengetahuan yang dapat dipelajari. Dalam seminar ini ada pemaparan dari beberapa Dinas Kesehatan yang sudah menerapkan Sistem Informasi Kesehatan seperti Dinas Kesehatan Ngawi, Dinas Kesehatan Purworejo dan Dinas kesehatan Wonosobo. Yang menarik bahwa perjuangan mereka menerapkan SIK memakan waktu yang begitu lama dengan banyak tantangan-tantangan. Mereka menggagas penerapan SIK ini sejak awal tahun 2000, dan hingga kini masih berusaha untuk terus melakukan penyempurnaan. Ini berarti pengembangan SIK membutuhkan waktu yang begitu lama. Tidak akan mungkin menerapkannya dalam tempo 1 atau 2 tahun. Coba bayangkan……..! Lantas bagaimana kabar dengan Daerah yang belum melaksanakan penerapan SIK. Dari pengalaman diatas, kalau anda memulai dari tahun 2009 atau 2010 maka hasilnya akan baru dinikmati pada tahun 2019. Tentu ada yang berpikir skeptis terhadap pengembangan SIK, namun dengan adanya perkembangan teknologi yang begitu pesat, tuntutan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang bermutu, terjangkau dan cepat akan semakin meningkat.

BERSAMA YESUS KITA MEMPERBAHARUI KEHIDUPAN Desember 24, 2008

Posted by bashaumein in Uncategorized.
Tags: ,
2 comments

Ditengah sukacita perayaan Natal ini, segenap umat Kristiani melantunkan mazmur pujian kehadirat Yang Maha Kuasa atas kedatangan Sang Juru Selamat. Kelahiran Yesus, memberi makna yang sangat besar, sebab kelahiran-Nya segala kehidupan manusia diperbaharui. Hiruk pikuk Natal setiap tahun merupakan kesan tersendiri bagi umat Kristiani, sebab kedatangan Sang Juru Selamat memberi makna tentang keselamatan yang telah dijanjikan oleh yang Maha Kuasa. Oleh karena itu umat Kristiani menjadikan Natal sebagai momentum untuk memperbaharui kehidupannya.
Yesus Kristus Sang Juru Selamat, hadir untuk memberikan senyuman Allah bagi dunia yang kini penuh dengan kekerasan dan ketidakpastian. Kahadiran-Nya juga menjadi tanda bahwa Allah tidak pernah meninggalkan manusia. Ia merupakan rahmat Allah yang tampak dan nyata dalam kehidupan manusia, Raja Damai, hidup dan berkarya untuk membangun dunia yang damai sejahtera, sesuai dengan tatanan kerajaan Bapa.
Kedatangan Yesus Kristus sangat dinantikan ditengah dunia yang kini, kerap kali menampakkan wajah-wajah penuh dendam, curiga dan amarah. Tutur kata, perbuatan dan tingkah laku yang tidak lagi menyejukkan kehidupan bersama. Dunia yang penuh dengan hujatan, pengingkaran akan keberadaan Yesus, dunia yang semestinya dipandang sebagai anugerah, namun dirusak demi kesenangan dan kepuasan diri sesaat. Dunia yang saling menyalahkan, mau menang sendiri, tidak mau bekerja sama, bahkan menjadi batu sandungan antar sesama.
Kedatangan Yesus Kristus sangat dinantikan untuk memperbaharui kehidupan manusia untuk mewujudkan kehidupan yang damai sejahtera. Damai Natal. Selamat Merayakan Natal semoga kedatangan Yesus memperbaharui kehidupan kita.

Seminar Video Conference Desember 10, 2008

Posted by bashaumein in Uncategorized.
Tags: ,
4 comments

Kemarin, Hari Selasa, 9 Desember 2008, Mahasiswa SIMKES dan KMPK-IKM UGM 2008, mengikuti Seminar Video Conference dengan tema “Aspek Organisasi dan SDM dalam Pelaksanaan SIKDA ( Sistem Informasi Kesehatan Daerah )” bertempat di Aula B, Dinas Kesehatan Propinsi DIY. Dalam seminar tersebut dilakukan Teleconference yang diikuti langsung dari Depkes RI di Jakarta (Pusdatin), Dinas Kesehatan Propinsi Sulawesi Selatan dan Dinas Kesehatan Propinsi Sulawesi Tenggara. Yang menjadi Narasumber dalam kegiatan tersebut adalah Prof. dr. Hari Kusnanto, DrPH (Direktur Prodi S2 IKM) yang membawa materi berjudul Pertukaran dan Integrasi Informasi Kesehatan di Daerah Lintas Batas, selanjutnya berturut-turut, Dr. Bambang Hartono, SKM,MSc (teleconference dari Pusdatin) dengan judul Kebijakan SIKNAS dan SIKDA, Prof. dr. Laksono Trisnantoro, MSc, PhD ( Aspek Organisasi dalam Pengembangan SIKDA), Anis Fuad, DEA (Manajemen SDM untuk SIKDA). Materi yang disajikan para narasumber menarik dan sangat aplikatif. Ini merupakan pelajaran yang sangat berguna, untuk diterapkan di tempat kerja.
Seperti yang disampaikan oleh Dr. Bambang bahwa Pengembangan SIKNAS sudah dimulai sejak Pelita I, kemudian mulai tertata melalui Kanwil dan Kandep yang ada di Daerah. Pada pelaksanaan desentralisasi (2001) SIKNAS jadi “berantakan”. Untuk menata kembali SIKNAS tersebut, Depkes RI telah membuat regulasi yakni Kepmenkes No.511/2002 tentang Kebijakan dan Startegi Pengembangan SIKNAS dan Kepmenkes No.932 tentang Juklak Pengembangan SIKDA di Kabupaten/Kota. Pada tahun 2007 ada Kepmenkes No. 837/2007 yang mempunyai sasaran berfungsinya sistem informasi kesehatan yang evidance based di seluruh Indonesia. Lebih jauh lagi, Pemerintah Pusat dalam hal ini Depkes telah membuat terobosan yaitu menganggarkan pengembangan SIKDA dalam Dana Alokasi Khusus (DAK). Ini merupakan sesuatu yang penting, dan akan mendorong Pemerintah Daerah untuk tidak beralasan lagi bahwa tidak ada dana untuk pengembangan SIKDA (terutama pada daerah yang belum mengembangkan SIKDA). Indikator tahunan yang ditetapkan oleh Depkes yaitu pada tahun 2008 sebanyak 80% Dinkes Kabupaten/Kota, 100% Dinkes Provinsi, 90% Rumah Sakit Pemerintah telah terselanggara jaringan komunikasi Data Online terintegrasi. Tahun 2009 seluruhnya menjadi 100% dan tahun 2010 seluruh Puskesmas, Dinkes dan Rumah Sakit telah terselenggara jaringan komunikasi data online yang terintegrasi. Sementara Anis Fuad,DEA dalam pemaparannya lebih menyorot kepada pengorganisasian SDM yang terlibat dalam operasional SIKDA di Daerah. Ini juga merupakan hal yang menarik karena peran penting SDM tidak bisa dipungkiri. Logikanya sederhana saja, kalau semua sistem sudah terpenuhi, tetapi SDM-nya yang berulah (tidak mau mengisi data dengan alasan tidak ada honor) maka SIKDA akan mubasir. Untuk itu Perpers 39/2007 tentang Tunjangan Jabatan Fungsional Pranata Komputer dan Perpers 54/2007 tentang Tunjangan Jabatan Fungsional Tenaga Kesehatan merupakan jawaban untuk persoalan tersebut.
Dari gambaran singkat ini, maka Pemerintah Daerah harusnya segera merespon dengan mempersiapkan berbagai komponen yang dibutuhkan agar segera terwujud. Ini sekali lagi perlu peran aktif dari Daerah. Seperti pernah saya sampaikan bahwa yang sangat dibutuhkan sekarang adalah “Kemauan” dari Pemerintah Daerah baik yang sudah mengembangkan mapun yang belum mengembangkan sama sekali.
Selain ini pemanfaatan peralatan komunikasi teleconference dalam kegiatan ini memiliki kesan tersendiri. Kita bisa mengikuti bagaimana suatu kebijakan Pemerintah Pusat di Jakarta disampaikan, dan aplikasinya di daerah dirasakan. Komunikasi dan diskusi ( penyampaian permasalahan di daerah dari Sulsel dan Sultra ) membuat suasana seolah-olah jarak begitu dekat. Terus terang saja, saya sering melihat pemanfaatan peralatan multimedia tersebut, tapi baru kali ini secara langsung merasakannya. Kesan saya bahwa dengan pemanfaatan teknologi informasi tersebut, seolah-olah kita sementara berada di Planet Mars dan melihat bumi begitu kecilnya. Tidak ada lagi jarak disana. Alangkah indahnya bila semua fasilitas kesehatan memanfaatkan teknologi informasi untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan yang sesungguhnya. Bila anda bepergian atau berada disuatu daerah, anda dengan mudah mengakses situasi kesehatan yang ada di daerah tersebut. Mungkin sekian saja dulu, saya persilahkan teman-berbagi perasaannya. Sedikit usul-saran saya khususnya kepada Pak Anis cs, bagaimana kalau UGM memprakarsai Seminar-seminar seperti ini (tentunya bekerja sama dengan Pusdatin dan Pemerintah Provinsi) di Kabupaten-kabupaten yang belum tergerak hatinya untuk mengembangkan SIKDA. Kesulitan mengakses informasi di daerah membuat perencanaan pengembangan SIKDA menjadi berantakan. Maksud dari Pusdatin memasukkan pengembangan SIKDA dalam penganggaran DAK ditanggapi daerah dengan pengadaan komputer/laptop, tanpa memikirkan pengembangan SIKDA.

Tentang Sistem Pembelajaran Desember 6, 2008

Posted by bashaumein in Uncategorized.
3 comments

Kemarin, pukul 15.00 wib, ada mata kuliah Metode Penelitian dan Filsafat Ilmu yang di berikan oleh Pak Luftan Lazuardi. Perkuliahan diawali dengan presentasi Analisis Kritis Makalah dengan tema “ The measurement of end-user computing satisfaction of online banking services: empirical evidence from Finland” yang disajikan oleh Albar Gani dan Jaenudin. Kedua penyaji menampilkan performa terbaik, sehingga mendapat apresiasi yang baik dari Pak Luftan.
Berbicara mengenai system pembelajaran di Minat Simkes, saya pikir memang ada beberapa dosen memberikan pesan yang positif. Kita diberi kesempatan untuk lebih aktif dalam proses pembelajaran itu. Menurut saya ini memang sangat inovatif dibanding dengan pola konvensional. Dengan mempelajari beberapa artikel, kita bisa memperolah manfaat, seperti memahami substansi dari materi yang diberikan dosen, belajar bahasa asing gratis ( beberapa istilah asing akhirnya bisa familiar ), memahami cara penulisan artikel yang baik, bisa tahu cara mencari artikel yang berkualitas dan memang harus kita akui bahwa artikel-artikel tersebut sangat berbobot.
Saya sendiri memang membutuhkan 10 hari untuk bisa memahami maksud dari satu artikel, tapi setidaknya sedikit ada perubahan pada kesukaan saya. Terus terang bahwa sejak SLTP, Bahasa Inggris merupakan pelajaran yang paling tidak saya sukai. Teman-teman mungkin tidak sependapat dengan saya………………….!

RAKYAT SEHAT KUALITAS BANGSA MENINGKAT November 19, 2008

Posted by bashaumein in Uncategorized.
Tags: ,
1 comment so far

Apa yang semestinya  dilakukan?

Pembangunan kesehatan akan dapat dicapai  dengan memberdayakan masyarakat agar mampu secara mandiri memenuhi kabutuhan kesehatan yang berkesinambungan,” demikian pesan yang disampaikan oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Dr.dr. Siti Fadilah Supari SP.JP(K) dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 44, pada tanggal 12 Nopember 2008 silam.

Pesan yang sederhana namun mengandung makna yang mendalam. Ada beberapa hal yang perlu digaris bawahi yakni pemberdayaan masyarakat dan kemandirian. Ini menjadi penting karena memang kesehatan harus dimulai dari kesadaran setiap individu untuk menjamin agar dirinya tidak sakit. Logikanya sederhana saja, jika setiap individu sehat, tentunya keluarga juga sehat dan jika setiap keluarga sehat maka dengan sendirinya  masyarakat sehat. Oleh karena itu perlu kesadaran individu bahwa keluarga dan masyarakat yang sehat, sesungguhnya diawali dari diri sendiri. Jika kita peduli terhadap kesehatan diri sendiri, maka kita telah berpartisipasi untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih sehat.
Tugas mewujudkan masyarakat yang sehat tidak hanya dapat dilakukan seluruhnya oleh pemerintah, melainkan dibutuhkan partisipasi dari berbagai pihak, masyarakat dan individu. Berkaitan dengan masalah kesehatan, kerap kali didengunkan bahwa menjaga lebih baik daripada mengobati. Selain lebih mudah, menjaga kesehatan relatif lebih menghemat biaya. Disamping itu beban psikologi yang ditanggung  oleh penderita dan keluarga menjadi sangat berat. Dan yang tak kalah pentingnya adalah menurunnya produktifitas kerja.
Untuk itu lakukanlah gaya hidup sehat. Sehat harus dimulai darimu. Sehat harus menjadi gaya hidup. Beberapa pola perilaku hidup bersih dan sehat sebenarnya dapat dilakukan mulai dari hal-hal yang kecil misalnya saja mencuci tangan. Hal sederhana saja, namun dapat memberikan efek  yang berarti dalam mencegah penyebaran penyakit-penyakit menular seperti diare, ISPA dan Flu burung. Selain itu beberapa pola perilaku hidup bersih dan sehat yang dapat dilakukan setiap individu dalam keluarga yakni :
Makan makanan bergizi seimbang, tinggi  serat dan rendah lemak.
Lakukanlah aktifitas fisik 30 menit setiap hari.
Tidak merokok, minum minuman keras dan hindari narkoba.
Jaga kebersihan diri dan lingkungan.
Selain itu, yang tak kalah penting dalam menjaga kesehatan adalah melakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur. Berbagai cara dapat kita lakukan untuk menjaga kesehatan pribadi, keluarga dan masyarakat. Ingat : sehat dimulai darimu!!!

Salam Perkenalan November 19, 2008

Posted by bashaumein in News.
Tags: ,
1 comment so far

Salam sejahtera,

Salam perkenalan  untuk yang kebetulan mampir di blog ini …………………………..

nah ….. ini kebetulan saya baru buat blog jadi maklum jika tampil seadanya..

salam perdamaian.