Recent Updates RSS Toggle Comment Threads | Tombol Pintas

  • bashaumein 12:42 pm pada June 2, 2011 Permalink | Balas
    Tags: minilokakarya   

    Lokakarya Mini Puskesmas di Kabupaten TTU 

    Kesehatan adalah hak asasi manusia dan sekaligus investasi untuk keberhasilan pembangunan bangsa. Untuk itu diselenggarakan pembangunan kesehatan secara menyeluruh agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Pembangunan kesehatan telah berhasil menurunkan beberapa indikator penting yang berkaitan dengan tingkat kesejahteraan masyarakat seperti angka kematian ibu, angka kematian bayi, usia harapan hidup dan prevalensi gizi buruk. Hasil tersebut tidak terlepas dari peran dan berbagai upaya yang dilakukan oleh sarana pelayanan kesehatan, termasuk Puskesmas dan jaringannya serta UKBM seperti Poskesdes dan Posyandu. (Lagi …)

     
  • bashaumein 10:08 pm pada May 11, 2011 Permalink | Balas  

    Mutasi ? Siapa takut………. 

    Suatu saat, saya berada di Bokis, kira-kira 47 km dari Kefamenanu, kampung saya yang sangat terpencil dan hanya dapat dijangkau kendaraan roda empat pada musim kemarau. Sambil minum laru ada seorang kerabat menanyakan,  leka an mutasi (kapan mutasi)?. Saya tidak menghiraukannya.

    Sejenak kemudian saya berpikir bahwa, demam mutasi sudah merasuki masyarakat di desa. Saya tidak berpikir bahwa orang desa tidak perlu mengurus sesuatu yang bukan menjadi urusan mereka.  Namun perlu ditekankan bahwa era informasi ini, membuat segala sesuatu dapat dengan mudah diketahui dimana saja.

    Kembali ke soal mutasi, Sabtu, 7 Mei 2011, telah dilakukan mutasi di Lingkup Pemda Kabupaten TTU.  Sesuatu yang dinantikan selama ini-hingga orang di desa juga ikut bertannya-tanya- terjawab sudah.

    Situasi ini kemudian diartikan sebagai upaya untuk balas dendam politik. Terserah dari sudut mana orang memandang, namun itu sudah terjadi.

    Sebagai seorang yang profesional, anda harus mengatakan, mutasi ? siapa takut.

     
  • bashaumein 12:20 am pada April 8, 2011 Permalink | Balas  

    Penyusunan RUK Puskesmas dan Renja Terpadu Dinkes TTU 

    Pada tanggal 28 s/d 30 Maret 2011 lalu, Dinas Kesehatan Kabupaten TTU menyelenggarakan suatu kegiatan Penyusunan RUk Puskesmas dan renja Terpadu 2012. Kegiatan ini terselenggara berkat kerjasama antara Dinas Kesehatan dengan AIPMNH/Ausaid.

    Ini menjadi suatu pembelajaran karena perencanaan yang dilakukan selama ini senantiasa masih terfragmentasi pada bidang atau unit masing-masing.

    Semoga ini menjadi langkah awal yang baik untuk meningkatkan derajat kesehatan di daerah ini.

     
  • bashaumein 3:22 am pada December 28, 2010 Permalink | Balas  

    Lama nggak ngeblog……….. 

    Mudah-mudahan ada semangat untuk ngeblog lagi………………

     
  • bashaumein 11:36 pm pada March 19, 2009 Permalink | Balas
    Tags: electronic medical record, EMR, regulasi   

    Strategi Pengembangan EMR 

    bas2Pengembangan electronic medical record (EMR) di Indonesia belum memberikan hasil yang memuaskan karena masih terdapat banyak daerah atau fasilitas kesehatan yang belum menerapkannya. Karena itu diperlukan upaya yang lebih serius untuk mengembangkan system tersebut. Berbagai strategi tentunya telah ditempuh, namun beberapa pemikiran atau ide sangat diperlukan untuk memberikan solusi dalam pengembangan system tersebut.
    Regulasi
    Berbagai regulasi memang telah ada dalam rangka mengatur pengembangan EMR, namun umumnya masih bersifat mengatur hal – hal teknis, prosedur dan sebagainya. Mungkin diperlukan suatu regulasi yang bersifat memaksa. Ini dimaksudkan agar memberikan tekanan, tanggungjawab dan upaya yang lebih serius dalam pengembangan EMR. Suatu regulasi memang harus ada unsure paksaanya sehingga memberikan keterikatan bagi elemen – elemen yang terkait.
    Pendanaan
    Keinginan pemerintah untuk menerapkan EMR harus disertai dengan system pendanaan yang jelas misalnya pengalokasian dana yang khusus untuk pengembangan system ( seperti : DAK). Hal ini dimaksudkan agar ada respon positif dari pemerintah daerah.
    Bentuk sebuah tim independen
    Perlu membentuk sebuah tim independen untuk membantu pemerintah dalam berbagai kegiatan seperti sosialisasi, advokasi, mengembangkan system (pengembang dan konsultan ). Tim tersebut dapat melaksanakan berbagai kegiatan agar menyakinkan semua stakeholder mengenai pentingnya pengembangan EMR.
    Unsur Kepemimpinan
    Pemimpin sangat menentukan dalam pengembangan sistem. Hal ini terkait dengan otoritas, kewenangan dan pendanaan. Oleh karena itu pemimpin harus memahami apa manfaat dari pengembangan EMR tersebut dalam organisasi.
    Pemrakarsa
    Diperlukan inisiatif dan kreatifitas dari pengguna ( dalam organisasi ) dalam rangka pengembangan system tersebut. Karena itu SDM di daerah perlu diperhatikan agar mampu menemukan inisiatif dan mengadopsi pengembangan system serta mengaplikasikannya.

     
    • H.sutowo 3:01 am pada Juni 8, 2009 Permalink

      maaf anda bas……..yang dulu di puskesmas wini, ya… inget nggak aku pernah di besikama

    • bashaumein 11:21 am pada Juni 10, 2009 Permalink

      benar pak…………….., mas hery sekarang tugas dimana ?????

    • Fahrisal Akbar 10:43 pm pada Juli 4, 2009 Permalink

      Pak Bas….
      Sudah sampai dimana proposal utk thesisnya??
      Udah cetak atau udah mau naik seminar ne??
      Saya masih nunggu dr.Lutfan, Ph.D ne…. :(

    • bashaumein 7:49 am pada Juli 7, 2009 Permalink

      Saya siap maju………….

    • Maman 8:42 am pada Januari 26, 2010 Permalink

  • bashaumein 1:49 am pada February 28, 2009 Permalink | Balas
    Tags: kemskinan,   

    EKSPRESI KEMISKINAN 

    Ponari, sang fenomenal itu akhirnya menyerah dan ia kembali menikmati masa indahnya di sekolah bersama teman-teman. Kita patut berterima kasih atas pengertian baik dari Ponari dan semua yang terlibat dalam upaya-upaya mencegah dampak yang lebih luas dari tindakan pengobatan tersebut. Kak Seto pun turut memberikan dukungan dengan menemui langsung anak-anak itu disekolahnya. Semoga langkah-langkah ini dapat mengakhiri tindakan Ponari tersebut.
    Lebih daripada itu marilah kita mengambil hikmah dari sensasi Ponari yang kemunculanya mengekspresikan suatu kondisi riil dari masyarakat yaitu kemiskinan. Bangsa ini memang belum mampu memujudkan cita-citanya yaitu mensejahterakan rakyatnya. Kemiskinan masih akrab di negeri yang kaya ini. Di kota, di desa apalagi di daerah terpencil dan pedalaman akan ditemui berbagai bentuk ketertinggalan masyarakat yang belum tersentuh dengan program pengentasan kemiskinan. Ironisnya adalah bahwa bangsa ini justru telah mengeluarkan begitu banyak program pengentasan kemiskinan. Namun masyarakat masih saja terbelenggu dengan kemiskinan. Sensasi Ponari memang menggelikan karena kejadian ini justru dekat dengan Kota Jombang yang notabene banyak tokoh ataupun pemimpin berasal dari sini.
    Sebentar lagi kita akan memasuki pesta demokrasi. Suatu pesta untuk memilih para pemimpin. Muncul banyak calon pemimpin yang menawarkan program-program pengentasan kemiskinan, perang terhadap korupsi dan berbagai macam program lainnya. Kita bersyukur atas system demokrasi bangsa yang mungkin merupakan terbesar di seluruh dunia. Menyenangkan sekali melihat banyak tokoh bermunculan dengan menawarkan “keinginannya”. Namun sayang setelah pesta itu selesai akan muncul lagi Ponari dalam bentuk lain untuk mengekpresikan kemiskinan.

     
    • M Shodiq Mustika 2:17 am pada Februari 28, 2009 Permalink

      Kira-kira, bentuk lain dari ekspresi kemiskinan itu apa saja, ya?

    • david 3:11 am pada Maret 2, 2009 Permalink

      gizi buruk …… dkk mungkin ya…..

  • bashaumein 2:12 am pada February 26, 2009 Permalink | Balas
    Tags: Code Sprint, SIM,   

    Code Sprint 

    Beberapa waktu lalu Pak Anis menjelaskan bahwa Mahasiswa Simkes 2008 akan belajar mengenai code sprint yaitu mempelajari beberapa jenis aplikasi seperti SIM Klinis, SIM puskesmas, Tematik MAP, SIM KIA, SIM Asuransi Kesehatan. Sepertinya kami tidak sabar lagi untuk mempelajari software-software tersebut. Informasi ini rupanya sampai juga ke telinga teman – teman mahasiswa dari minat lainnya. Kemarin sementara makan bersama Pak Andi Herman, seorang mahasiswa minat MAK datang dan menanyakan, benarkah mahasiswa Simkes 2008 ada membuat software tentang SIM Asuransi Kesehatan, bagaimana aplikasinya, apakah begitu seorang pasien mendaftar datanya langsung diketahui di Pusat. Pertanyaan dan obrolan mahasiswa tersebut membuat kami kalang kabut karena kami sendiri juga belum melihat barang tersebut. Terakhir dia mengatakan hebat yach.. simkes. Walaupun belum melihat aplikasi tersebut, tetap saja kami makan dengan bangganya. Siapa dulu Simkes 2008 !!!.

     
    • anisfuad 3:31 am pada Februari 26, 2009 Permalink

      ha..ha..ha.. kalau ada yang pindah ke Simkes dari minat lain, aku tidak bertanggung jawab lho…

    • Andi Herman 5:20 am pada Februari 26, 2009 Permalink

      Pak bas yang Nanggu…. ntar Bapak yang Jawab :) :D

  • bashaumein 3:03 am pada February 24, 2009 Permalink | Balas
    Tags: Dokter, Pelayanan Kesehatan, ,   

    Antara Dokter, Simkes dan Ponari 

    Munculnya pengobatan alternatif dukun cilik Ponari, menjadi hangat dalam pemberitaan media massa di Indonesia. Hampir setiap hari kita melihat bagaimana orang berbondong-bondong, rela mengantri berhari-hari, bahkan ada yang sampai menginap untuk mendapatkan air dari batu ajaib milik Ponari. Entahlah bagaimana caranya logika berpikir pasien-pasien Ponari memaknai pengobatan alternatif tersebut dan kesembuhan yang dirasakan. Namun animo masyarakat yang begitu antusias untuk mendapatkan pengobatan tersebut perlu kita renungkan, ada apa dengan masyarakat kita? Kemunculan Ponari hanyalah satu kejadian yang kebetulan diliput media massa. Masih banyak bentuk-bentuk pengobatan alternatif semacam itu yang luput dari pemberitaan media massa. Kemunculan Ponari mengingatkan saya pada suatu kejadian yang sama pada sekitar tahun 1993 di tempat saya. Adalah seorang ibu rumah tangga yang terkenal dengan nama Maria Oelami, melakukan pengobatan dengan batu ajaib dan air yang diberikan. Beberapa pasien yang sudah menginap berhari-hari di Rumah Sakit mengambil sikap pulang paksa hanya untuk menemui dukun tersebut. Cara pengobatan alternatif tersebut, secara medis memang tidak dapat dipertanggungjawabkan, namun perlu dicermati mengapa mereka dapat menerima hal itu secara logika.

    Tentunya banyak faktor yang mempengaruhi sikap masyarakat tersebut, seperti pendidikan, faktor ekonomi, kepercayaan terhadap sesuatu yang dipahami masyarakat secara turun-temurun, sikap masyarakat yang serba instan (maunya sekali berobat langsung sembuh) dan lain sebagainya. Yang tidak kalah penting adalah faktor pelayanan kesehatan. Ini sedikit memberikan tamparan manakala Indonesia (melalui sector Kesehatan) sudah diambang Visi Indoesia Sehat 2010 yang menginginkan masyarakatnya hidup dalam lingkungan dan berperilaku hidup sehat, memiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata serta memiliki derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Sikap masyarakat yang enggan ke fasilitas kesehatan ( ia baru akan ke fasilitas kesehatan kalau sakitnya sudah parah), ditambah lagi dengan biaya pengobatan yang mahal kemudian birokrasi sistem pelayanan kesehatan yang rumit memicu masyarakat untuk mengambil langkah yang instan, tidak berbelit-belit dan murah meriah. Tentunya masih banyak hal lagi yang perlu didiskusikan terkait masalah tersebut, namun beberapa hal yang perlu menjadi perenungan dan disikapi secara cermat adalah bagaimana melakukan upaya peningkatan pelayanan kesehatan secara bermutu dan terjangkau.

    Untuk itu beberapa hal strategis yang perlu dibenahi adalah bagaimana memberikan informasi yang relevan, akurat, dan mudah agar masyarakat memiliki akses yang baik terhadap pelayanan kesehatan. Memasuki era revolusi informasi ini, masyarakat memang memiliki sikap instan. Segala sesuatu harus diperoleh dengan mudah. Pengembangan system informasi merupakan hal yang mutlak diperlukan. Kalau informasi mengenai Ponari dalam sekejap, dapat menjangkau masyarakat yang begitu luas, mengapa dokter tidak bisa. Padahal Ponari tidak mempunyai software atau SIKNAS online. Bagaimana mahasiswa SIMKES ?.

     
    • anisfuad 6:52 pm pada Februari 24, 2009 Permalink

      ke Ponari:
      -tidak perlu surat rujukan dari puskesmas, fotokopi KTP, kartu jamkesmas dll
      -cukup 2 POS (point of service), 1)mendapatkan tiket antrian, 2)ketemu dengan Ponari (di rumah sakit sekian POS: pendaftaran, poli, lab(ya/tidak), apotik, pembayaran/kasir/administrasi)
      -antri 3 hari tidak apa-apa, asal jelas ketemu Ponari (bukan dokter pengganti)
      -tidak ada AC, kursi yang nyaman, pingsan bahkan mati tidak apa-apa (masih tertarik meneliti kepuasan pelanggan terhadap pelayanan rumah sakit dari segi fasilitas fisiknya?)
      -satu obat untuk 1001 macam penyakit (di rumah sakit 1001 obat untuk satu penyakit)
      -dll
      Dengan banyaknya orang yang berkunjung ke sana, dan mereka adalah orang2 yang mengaku sakit, mengapa Dinkes/Puskesmas di sekitarnya tidak membuka counter sekalian, utk surveilans sindromik. Ya..apes apesnya jaga P3K biar tidak pada pingsan atau meninggal saat antri…

    • Fahrisal Akbar 4:07 am pada Februari 25, 2009 Permalink

      Pak Anis, saya pernah membaca postingan Puskesmas Mojoagung ” TIM GADAR PUSKESMAS MOJOAGUNG SIAGA MENGAMANKAN PASIEN PONARI”

      http://puskesmasmojoagung.wordpress.com/2009/02/18/tim-gadar-puskesmas-mojoagung-siaga-mengamankan-pasien-ponari/

      Nampaknya mereka sudah mulai turun kelapangan untuk mengamankan para pasien ponari jika terjadi sesuatu hal yg tidak diinginkan…. :)

      Tp saya tidak tahu, apakah tindakan yg dilakukan kepada pasien ponari sudah efektif atau belum karena mereka hanya menolong para pengunjung yg pingsan dlam antrian saja…. :)

      Kalau bertanya kepada Mahasiswa SIMKES???? Apa perlu….seluruh Mahasiswa SIMKES mulai dari angkatan 2005 sampai 2008 pada turun kelapangan juga untuk mengamankan pengunjung ponari????
      Bisa kosong ruang kelas kita…. :)

    • Basilius 1:51 am pada Februari 26, 2009 Permalink

      Disamping P3K, puskesmas tersebut harusnya melakukan penyuluhan, agar masyarakat paham mana penyakit yang tidak seharusnya dibawah ke Ponari.

    • anisfuad 3:55 am pada Februari 26, 2009 Permalink

      Pak Akbar, terima kasih infonya. Saya kira apa yang dilakukan oleh puskesmas Mojosongo justru menunjukkan bahwa dinas kesehatan dan puskesmasnya merupakan aktor dalam sistem kesehatan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Sudah melakukan itu seharusnya diapresiasi, tidak lagi dipertanyakan keefektivannya he..he..he..
      Justru kalau mahasiswa Simkes yang kesana, itu jelas2 tidak efektif, tidak efisien dan tidak ada gunanya….
      Pak Bas: punya pengalaman/ide tentang strategi penyuluhan yang jitu agar bisa mempengaruhi keyakinan orang yang sudah sangat yakin terhadap keampuhan batu Ponari sehingga akhirnya keluar dari antrian? Lha wong, kyai yang berkhutbah bahwa mempercayai batu Ponari adalah syirik saja juga tidak mempan….

    • Puskesmas Mojoagung 5:30 am pada Februari 26, 2009 Permalink

      Puskesmas-puskesmas di Kab.Jombang memang di gilir untuk menjaga antrian pasien Ponari bila ada yang pingsan, tetapi pihak puskesmas sama sekali tidak diberi wewenang untuk menindak Ponari karena telah jatuh korban hingga meninggal (karena antre atau karena minum airnya). Suatu perintah dari DINAS yang agak aneh memang, tetapi harus tetap dijalankan. Tapi kabar terbaru hari ini praktek Ponari ditutup selamanya oleh Kapolres yang baru.

    • Andi Herman 5:33 am pada Februari 26, 2009 Permalink

      Yang Mistis itu memang laku keras, di tempat saya hal tersebut masih saja di percaya…
      Mungkin dekat Pemilihan Anggota Legislastif dan Pilpres, hal-hal seperti ini akan lebih laku keras…
      Kembali ke kasus Ponari
      Sebenarnya bila Ponari mau agar batu tsb diteliti mungkin akan menemukan sesuatu… Masih ingat bagaimana penemuan obat penyakit Malaria, yang menganggap sungai sebagi penyembuh padahal di hulu sungai ada Pohon Kina yg tumbang.

    • Andi Herman 5:39 am pada Februari 26, 2009 Permalink

      Ponari mendapat dukungan besar dari Media masa dalam promosi prakteknya Gratis lagi sedangkan Kesehatan harus mengatus strategi Promosi dan pemasaran sudah gitu Harus bayar Spot Iklan, Jadi wajar jika Praktek Ponari laku keras…ON KLINIK az kalah :D

    • anisfuad 5:41 am pada Februari 26, 2009 Permalink

      -”Sebenarnya bila Ponari mau agar batu tsb diteliti mungkin akan menemukan sesuatu…”
      +Ya menemukan sesuatu. Sesuatunya ya batunya itu…Dibandingkan dengan kina? I don’t think so. Saya kok melihatnya seperti fenomena booming bunga anthurium atau gelombang cinta.

    • Basilius 5:42 am pada Februari 26, 2009 Permalink

      Pendekatan melalui agama ( khutbah para Kyai ) adalah cara yang tepat. Untuk menghentikannya dalam waktu sekejap memang sepertinya agak sulit, namun waktu yang akan menentukan. Sementara Pemerintah melalui Puskesmas memang harus melakukan penyuluhan yang intensif sehingga hal-hal seperti ini tidak terulang lagi.

    • anisfuad 5:57 am pada Februari 26, 2009 Permalink

      -”Ponari mendapat dukungan besar dari Media masa dalam promosi prakteknya Gratis lagi sedangkan Kesehatan harus mengatus strategi Promosi dan pemasaran sudah gitu Harus bayar Spot Iklan, Jadi wajar jika Praktek Ponari laku keras…”
      +Jika Puskesmas di Dinkes Jombang mendapatkan dukungan besar Media, diblow up tiap hari seperti bahkan mungkin lebih besar dari Ponari, apakah akan ada antri seperti itu, rela berbondong-bondong bahkan sampai pingsan?

    • anisfuad 6:10 am pada Februari 26, 2009 Permalink

      Puskesmas Mojoagung: giliran jaga saya kira berkaitan dengan tujuan penanganan dan pencegahan korban lebih parah (bahkah meninggal). Menurut saya itu bukanlah hal aneh, justru memang di situlah salah satu bukti dinas kesehatan responsif terhadap masalah kesehatan yang ada. Tetapi, karena kasus ponari ini memang fenomenal, jaga P3K di layanan kesehatan alternatif seperti ini menjadi aneh. Sayang, kasus ini berakhir. Kalau misalnya praktek masih berlanjut, dan dari Puskesmas menyediakan layanan gratis, konsultasi da pemeriksaan fisik kira-kira bagaimana ya? Atau, tidak harus pemeriksaan, tetapi melakukan survei tentang keluhan utama para pengunjung, kira-kira keluhannya apa ya?
      Sayang ya (atau syukurlah?)….praktek Ponari berakhir….

    • bashaumein 7:04 am pada Februari 26, 2009 Permalink

      Saya pikir memang ini yang harus menjadi perhatian, karena hampir disetiap daerah kita melihat banyak kasus yang ditanggapi dengan sikap yang responsif. Surveylance dan seperti yang sering pak sebut sebagai intelegent tak pernah jalan. Oh yah…. saya jadi ingat… kalau di Kabupaten TTU (NTT) biasanya kurang lebih enam bulan sekali Pemda bekerja sama dengan beberapa LSM mendatangkan Dokter Ahli dari Jakarta maupun dari Australia. Pasien memang akan membludak karena dari luar kabupaten juga akan kesana. Sayang, kegiatan seperti ini biasaya kurang menarik bagi media massa.

    • Andi Herman 9:44 am pada Februari 27, 2009 Permalink

      Pak Anis ada sesuatu yang ditemukan di air bekas celupan Ponari, silahkan kunjungi disini http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2009/02/27/1/196835/air-ponari-mengandung-kristal

    • anisfuad 3:52 pm pada Februari 27, 2009 Permalink

      Andi: ya memang menemukan kristal, atau komponen dari batu. Tetapi, menurut saya, masih jauh sampai bisa seperti kisah kina.

    • Andi Herman 5:37 am pada Februari 28, 2009 Permalink

      Ia Pak… Masih harus diteliti lebih lanjut…
      Tapi Klo ktemu Kristal, trus khasiat kristal itu apa y?!?
      Kan klo cuma kristal, selama ini kan dah ada kristal, tetapi apa bisa dipakai dalam penyembuhan segala penyakit?!
      Setahu saya yg sering dipakai adalah emas tapi buat kecantikan…

    • wayan 11:02 am pada April 23, 2009 Permalink

      aneh..anak kecil yang g tw tentang ilmu keshatan kok jadi dokter…ealah..parah banget :lol:

  • bashaumein 1:09 am pada February 17, 2009 Permalink | Balas  

    Seminar Sosioteknis dalam Penerapan Komputerisasi Puskesmas dan Dinas Kesehatan 

    Seminar yang dilakukan pada hari Sabtu tanggal 14 Februari 2009 di Auditorium PSIK FK UGM, menampilkan beberapa pakar yang membuat seminar ini begitu menarik dan penuh dengan pengetahuan yang dapat dipelajari. Dalam seminar ini ada pemaparan dari beberapa Dinas Kesehatan yang sudah menerapkan Sistem Informasi Kesehatan seperti Dinas Kesehatan Ngawi, Dinas Kesehatan Purworejo dan Dinas kesehatan Wonosobo. Yang menarik bahwa perjuangan mereka menerapkan SIK memakan waktu yang begitu lama dengan banyak tantangan-tantangan. Mereka menggagas penerapan SIK ini sejak awal tahun 2000, dan hingga kini masih berusaha untuk terus melakukan penyempurnaan. Ini berarti pengembangan SIK membutuhkan waktu yang begitu lama. Tidak akan mungkin menerapkannya dalam tempo 1 atau 2 tahun. Coba bayangkan……..! Lantas bagaimana kabar dengan Daerah yang belum melaksanakan penerapan SIK. Dari pengalaman diatas, kalau anda memulai dari tahun 2009 atau 2010 maka hasilnya akan baru dinikmati pada tahun 2019. Tentu ada yang berpikir skeptis terhadap pengembangan SIK, namun dengan adanya perkembangan teknologi yang begitu pesat, tuntutan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang bermutu, terjangkau dan cepat akan semakin meningkat.

     
    • Agus Setiyawan 6:57 am pada Agustus 21, 2009 Permalink

      Barang Duluan Bayar Belakangan
      Perihal : CD Presentasi New Version 695MB/472Files (Training Seminar Workshop Pelatihan ISO, ISO, 5S, GMP, SM-K3, Hospital, Plastics, Sanitation, HVAC dan Ice Breaker)
      Jika perusahaan Anda memiliki kebutuhan yang berkaitan dengan ISO (International Standard Organization), 5S (Dasar dasar tentang Rapi, Bersih dan Tertata), GMP (Good Manufacturing Practice), SM-K3 (Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja), Hospital, Plastics (Dasar dasar Plastics), Sanitation (Kebersihan Sebenarnya) dan HVAC (Penyediaan AC Central yang Memenuhi Standard), akan tetapi mungkin perusahaan dimana Anda bekerja memiliki budget yang terbatas, waktu yang sempit, dan berbagai kendala faktor lainnya untuk mengikuti seminar atau training dengan topik tersebut di atas yang rata-rata kisaran harganya 1,5 – 2,5 juta per orang.
      Maka berikut ini adalah salah satu solusi terbaik yaitu kumpulan presentasi untuk kebutuhan perusahaan Anda atau bahkan untuk Anda pribadi yang dikemas dalam 1 (satu) CD yang berisi 697 MB/573 Files. Dengan isi sebagai berikut, dengan format semuanya powerpoint :
      1 5S-5R-5P (10 Files)

      2 CPOB-GMP (11 Files)

      3 Hospital (94 Files)

      4 HVAC (16 Files)

      5 ISO 9001 (15 Files)

      6 ISO 14001 (27 Files)

      7 Others (128 Files)

      8 Plastics (31 Files)

      9 Sanitation (11 Files)

      10 SM-K3 (91 Files)

      Khusus bagi yang berminat kami menawarkan untuk mengirimkan 1 keping CD tersebut, dengan menggantikan biaya pembuatan dan biaya pengiriman (khusus untuk pulau Jawa) dengan biaya sejumlah Rp. 125.000,- (#seratus dua puluh lima ribu rupiah#) included, sedangkan untuk diluar pulau Jawa dengan biaya sejumlah Rp. 175.000,- (#seratus tujuh puluh lima puluh ribu rupiah#) included
      Bila bapak ibu telah melakukan transfer dari bank dibawah ini : Sebagai alternatif Bank, kami sampaikan 3 alternatif yang bisa dipilih salah satu untuk memudahkan dalam transfernya :
      1. Buku : Tabungan Mandiri,
      Kantor Cabang : Surabaya, Gentengkali,
      Nama : Silvia Eka Sri Setioningsih (Istri).
      No. Rekening : 141 000 456 8127
      2. Buku : Tahapan BCA,
      No. Rekening : 331 020 8018,
      KCP : Jl. Ahmad Yani No. 183, Blimbing – Malang,
      Atas Nama : Silvia Eka Sri Setioningsih (Istri).
      3. Buku : Tabungan Syariah Plus, BNI 46 Syariah,
      Kacab Syariah Malang : Jaksa Agung Suprapto,
      No. Rekening : 01 2501 4127,
      Atas Nama : Agus Setiyawan Mulyono
      Mohon untuk segera mengirimkan data alamat selengkap lengkapnya terlebih dahulu dan nama yang tercantum direkening yang melakukan transfer jika sudah terima barang (untuk memudahkan kami dalam tracingnya di internet banking), sms ke 081 333 841183, 0817 537894 atau ke email : piranhamasgroup@gmail.com. Demikian yang kami sampaikan, semoga bisa memberikan manfaat dan menjadikan ilmu yang berguna. Terima kasih banyak, dan sekali lagi mohon maaf bila tidak berkenan.
      Hormat Kami,
      Agus Setiyawan, http://piranhamas.wordpress.com
      KANTOR I : Plaza Segi 8 Kav. D – 812, Jl. Raya Darmo Permai III, Surabaya,
      KANTOR II : Puri Indah Sidoarjo Blok CS – 14, Sidoarjo,
      KANTOR III : The Balearjosari Residence B – 41, (Trikarya) Jl. Pahlawan No. 278 – Balearjosari, Malang
      Catatan : Lebih Komplit Isinya Ada Di Attachment

    • bashaumein 3:45 am pada Agustus 26, 2009 Permalink

      Tawaran yang menarik…………..

  • bashaumein 3:09 pm pada December 24, 2008 Permalink | Balas
    Tags: damai, natal   

    BERSAMA YESUS KITA MEMPERBAHARUI KEHIDUPAN 

    Ditengah sukacita perayaan Natal ini, segenap umat Kristiani melantunkan mazmur pujian kehadirat Yang Maha Kuasa atas kedatangan Sang Juru Selamat. Kelahiran Yesus, memberi makna yang sangat besar, sebab kelahiran-Nya segala kehidupan manusia diperbaharui. Hiruk pikuk Natal setiap tahun merupakan kesan tersendiri bagi umat Kristiani, sebab kedatangan Sang Juru Selamat memberi makna tentang keselamatan yang telah dijanjikan oleh yang Maha Kuasa. Oleh karena itu umat Kristiani menjadikan Natal sebagai momentum untuk memperbaharui kehidupannya.
    Yesus Kristus Sang Juru Selamat, hadir untuk memberikan senyuman Allah bagi dunia yang kini penuh dengan kekerasan dan ketidakpastian. Kahadiran-Nya juga menjadi tanda bahwa Allah tidak pernah meninggalkan manusia. Ia merupakan rahmat Allah yang tampak dan nyata dalam kehidupan manusia, Raja Damai, hidup dan berkarya untuk membangun dunia yang damai sejahtera, sesuai dengan tatanan kerajaan Bapa.
    Kedatangan Yesus Kristus sangat dinantikan ditengah dunia yang kini, kerap kali menampakkan wajah-wajah penuh dendam, curiga dan amarah. Tutur kata, perbuatan dan tingkah laku yang tidak lagi menyejukkan kehidupan bersama. Dunia yang penuh dengan hujatan, pengingkaran akan keberadaan Yesus, dunia yang semestinya dipandang sebagai anugerah, namun dirusak demi kesenangan dan kepuasan diri sesaat. Dunia yang saling menyalahkan, mau menang sendiri, tidak mau bekerja sama, bahkan menjadi batu sandungan antar sesama.
    Kedatangan Yesus Kristus sangat dinantikan untuk memperbaharui kehidupan manusia untuk mewujudkan kehidupan yang damai sejahtera. Damai Natal. Selamat Merayakan Natal semoga kedatangan Yesus memperbaharui kehidupan kita.

     
    • anis 1:04 am pada Desember 25, 2008 Permalink

      selamat Natal pak Bas….

    • Fahrisal Akbar 10:37 pm pada Desember 27, 2008 Permalink

      Pak Bas….selamat natal ya….
      Maaf baru buka internetnya….

c
Tulis postingan baru
j
tulisan berikutnya/komentar berikutnya
k
tulisan sebelumnya/komentar sebelumnya
r
reply
e
sunting
o
tampilkan/sembunyikan komentar
t
ke atas
l
masuk ke log
h
show/hide help
shift + esc
cancel
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.